Ils ont fait tout un circuit médical avant d'en arriver là et c'est bien qu'ils sachent que la spondylarthrite existe. La spondylarthrite n'a rien à voir cialis pharmacie cialis avec un mal de dos banal dû à un mode de vie sédentaire, contrairement à ce que sous-entend le précédent commentaire.

Fokus Tugas Perkuat Kelembagaan Koperasi

Kementerian Koperasi dan UKM mengklaim memfokuskan diri pada tugas memperkuat kelembagaan koperasi di seluruh Indonesia. Penguatan itu dikerucutkan lagi pada perbaikan manajerialnya dan setelah itu mencarikan akses pembiayaannya. Dua hal ini menjadi tugas pokok Kemenkop dan UKM ke depan. Salah satu contoh yang sudah dilakukan adalah menurunkan bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari 22 menjadi 12 persen dan tahun depan dipatok hanya Sembilan persen.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, untuk memperkokoh koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa Indonesia, maka kualitas koperasi di seluruh Indonesia harus ditingkatkan. Tujuannya, agar bisa sejajar dengan pelaku usaha lain, seperti BUMN dan perusahaan swasta.
“Jadi tugas Kementerian kita itu, adalah memperkuat kelembagaan koperasi di seluruh Indonesia, yaitu pada dua hal manajerial koperasi dan akses pembiayaannya.Manajerialnya kita perbaiki setelah itu, akses pembiayaan kita carikan. Pokoknya itu tugas dan target kita ke depan,” ungkap Puspayoga usai mengikut acara halal bi halal dengan seluruh jajaran dan karyawan di lingkungan Kemenkop dan UKM, tampak hadir juga mantan Menkop dan UKM Syarif Hasan di gedung Smesco, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/7).
Jadi lanjut Puspayoga, koperasi itu kualitasnya harus ditingkatkan. Tidak ada acara lain. Dan meningkatkan kualitas itu, tentu harus berani mengangkat koperasi yang bagus dan mengeluarkan yang tidak bagus dari data base kita. Dari 147 ribu koperasi sekarang sudah diberi nomor induk koperasi (NIK) dan sebanyak 62 ribu dikeluarkan dari data base. “Nah itu starting point kita bagaimana melangkah agar koperasi itu berkualitas, biar bisa sejajar dengan namanya BUMN, yang namanya perusahaan swasta sesuai dengan fungsinya,” ujar Puspayoga.

Kalau BUMN itu, rinci dia, fungsinya stabilisasi. Contoh Bulog. Dia melakukan stabilisasi bagaimana harga beras tidak turun tinggi sehingga tidak merugikan pembeli dan penjual. Tidak boleh harganya rendah pula, supaya petani tidak rugi. “Contoh lain BRI. BRI harus member kredit untuk pelaku UKM dengan bungaq lebih rendah. Tidak boleh sama atau lebih besar dari pelaku pengusaha besar. Selama ini bunga 22 persen untuk pelaku pengusaha besar dan sama dengan pelaku UKM. Ini tidak boleh terjadi. BRI harus berani turunkan bunga kreditnya untuk pelaku UKM. Sekarang buktinya bisa dari 22 menjadi 12 dan tahun depan 9 persen. Jadi stabilisasi dulu, baru untung nomor sekian. Jangan untung dulu, seperti Bulog yang kejar untung terus sehingga stabilitas harga terabaikan,” sindir mantan wakil gubernur Bali.
Kemudian pilar swasta harus dihargai juga, lanjut Puspayoga, bagaimana kreatifitas perorangan asal mempunyai nilai-nilai koperasi. Yang perlu diingat, kata dia, tujuan perusahaan swasta ini adalah untuk pertumbuhan ekonomi. “Jadi dia berhak cari untung setingi-tingginya. Fungsi koperasi, distribusi kesejahtaraan pada masyarakat. Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi tidak terjadi pemerataan kesejahteraan, itu instabilisasi. Tidak ada pertumbuhan,” ungkapnya.

Fungsi koperasi untuk distribusi pemerataan kesejahtaraan, lanjutnya, karena koperasi anggotanya orang, masyarakat, dan sebanyak-banyak masyarakat menjadi anggota makin bagus karena akan mendistribusikan kesejahteraan masyarakat. “Ini tiga pilar pelaku ekonomi kita, kalau ini bisa berjalan seiring sejalan dengban baik, saya yakin pemerataan kesejahteraan terjadi dengan pertumbuhan yang meningkat. Tidak boleh pertumbuhan tinggi tidak ada pemertaan, itu gini ratio tidak bagus. Artinya, pendapatan yang tinggi, tinggi terus dan yang rendah-rendah terus,” ulasnya.
Diakuinya, swasta itu identik kapitalis. Karena memang tidak boleh ada larangan untuk berusaha, justru pemerintah memberikan peluang bagi perorangan. Kalau perusahaan itu tidak boleh alergi, maka kita harapkan PT-PT itu punya nilai-nilai kooperatif.

sumber: www.indopos.co.id

 
 
Copyright © 2010 | All Rights Reserved
Design by Citra Multi Services