Ils ont fait tout un circuit médical avant d'en arriver là et c'est bien qu'ils sachent que la spondylarthrite existe. La spondylarthrite n'a rien à voir cialis pharmacie cialis avec un mal de dos banal dû à un mode de vie sédentaire, contrairement à ce que sous-entend le précédent commentaire.

Hari Pendidikan Nasional: Harapan Bagi Pendidikan Indonesia di Tahun 2016

Jakarta – Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tanggal 2 Mei, bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani "di belakang memberi dorongan", digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia wafat pada tanggal 26 April 1959. Untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Di tahun 2016 ini tentu saja sudah banyak perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan kita. Perubahan baik yang memberikan dampak positif maupun negatif sudah dilakukan pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Namun masalah mendasar adalah kurikulum yang tidak pernah tuntas dan berganti setiap menteri baru menjabat, hingga Ujian Nasional yang kontroversial, adalah persoalan-persoalan pendidikan di Indonesia yang membuat para orang tua bingung. Tetapi, mungkin saat ini harapan kita untuk perbaikan pendidikan di Indonesia akan lebih bisa mewujud menjadi kenyataan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaandi era Kabinet Kerja yang dipimpin Anies Baswedan saat ini tengah berusaha keras membenahi pendidikan di Indonesia. “Kita memang harus melakukan perubahan. Tetapi prosesnya tidak sederhana. Seperti membuat tanda tangan, karena terbiasa dengan tangan kanan, maka ketika disuruh menggunakan tangan kiri, oh my God, susah betul! Karena itu, perlu keseriusan untuk mengubah kebiasaan, tidak mungkin jika kita tidak memulainya dari berlatih. Dan, itu dari kemauan,” kata Anies.

Pak Menteri mengingatkan, terdapat 212 ribu sekolah dan 2,9 juta guru di seluruh Indonesia. Karena itu, tidak mudah mengubah dan menyamaratakannya. Perubahan itu setidaknya tampak dari bagaimana Kemendikbud mulai menangani guru-guru. “Murid-murid kita adalah anak-anak abad ke-21. Kita, guru-gurunya adalah (model) abad ke-20, sementara, bentuk sekolahnya dari abad ke-19. Guru yang harus berubah. Kita sudah tidak boleh lagi melihat anak-anak sebagai sesuatu yang seragam dan untuk diseragamkan,” kata Anies.

Ketimpangan fasilitas pendidikan di kota besar dan daerah terpencil tampaknya tidak terlalu merisaukan Anies. Setelah melakukan kunjungan ke Ahmedabad, India beberapa waktu lalu, Anies menemukan sebuah ‘pelajaran’ baru yang bisa kita tiru. Datang ke sebuah sekolah terbaik di sana, dia melihat fisik sekolah yang sangat sederhana, dengan bangku-bangku kayu dari tahun 70-an, papan tulis hitam serta kapur.

“Tapi mereka punya sebuah perpustakaan dengan koleksi lebih dari 250 ribu buku, dan akses ke jurnal apa pun di dunia. Mereka tidak bicara tentang kosmetik pendidikan. Mereka bicara tentang substansi pendidikan. Di Indonesia ini dahsyat sekali kita bicara kosmetik pendidikan, tapi kontennya sering bermasalah. Yuk, sekarang kita fokus pada konten. Kita bisa seperti mereka. Selama ada guru hebat, kepala sekolah hebat, mereka bisa membentuk tim yang hebat, maka lokasi di mana pun, kinerja pendidikannya bisa luar biasa,” pungkas Anies.

Disadur seperlunya dari www.parenting.co.id

Penulis: Aditya Nandi Wardhana Putra - Marcomm KopNus

 
 
Copyright © 2010 | All Rights Reserved
Design by Citra Multi Services